Islamic Learning Center - Achehnese Norway Al Aziziyah: Mualaf | Islamic Learning Center - Achehnese Norway Al-Aziziyah!


Headlines News :
Powered by Blogger.
Mudimesra

Kabar Ads

http://www.al-aziziyah.org/p/alquran-mp3.html

Showing posts with label Mualaf. Show all posts
Showing posts with label Mualaf. Show all posts

Sultan Djorghi Jadi Mualaf sejak SMP dan Dalami Agama Islam Lewat Situs Muslim

Bintang sinetron dan film Sultan Djorghi (40) mengaku, dirinya mualaf dan menjadi Muslim, sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dirinya pun tidak menutup diri untuk terus mendalami ilmu-Ilmu islam.

Terlebih dirinya didapuk menjadi brand ambassador situs e-commerce muslim 'Ebaba'.

Dengan menjadi brand ambassador, Sultan menegaskan, siap mendalami ilmu agama Islam untuk mengingatkan kembali, pentingnya mendalami hal tersebut untuk pondasi kehidupannya.

"Saya pertama kali menjadi brand ambassador situs jualan Muslim (Ebaba)," katanya.

Tentunya, kata Sultan, karena kebetulan dia mualaf, di sana ada jasa yang bisa langsung tanya sama ustad.

"Jadi, bisa sekaligus memperdalam Islam juga," kata Sultan Djorghi.

Hal itu, ia katakan ketika ditemui dalam acara syukuran e-Commerce Ebaba, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017) petang.

Ebaba menerima dirinya menjadi brand ambassador karena Ebaba, menurut Sultan, merupakan perusahaan yang berbeda dengan E-Commerce lainnya.

Selain menjual barang dan pakaian, Ebaba juga menjual jasa untuk mendalami keyakinan Islam yang ia anutnya sejak SMP.

"Ebaba beda sama e-commerce yang lain. Dia (Ebaba) juga menyediakan jasa-jasa, seperti spiritual training, bisa bertanya dengan ustaz dan travel umroh," ucapnya.

Selain itu, suami bintang sinetron Annisa Trihapsari ini pun mengingat tentang kematian.

Sehingga, dengan mendalami agama, mulai saat ini, dinilai sangat penting dalam kehidupannya.

"Ebaba juga ada servis dari lahir sampai kematian. Ya, mohon maaf, namanya ajal kan kita enggak tau bisa booking sebelumnya 24 jam," ujar Sultan Djorghi. (Arie Puji Waluyo/tribunnews.com)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Father Mendoza, Pemimpin Besar Katolik Masuk Islam

Islamic - Masya Allah, Allahu Akbar! Ini adalah pemimpin besar (Pastor Katolik), beliau mengunjungi pusat saudara muslim kita di Toledo City.

“Saya berpikir bahwa kita akan memiliki Dialog Agama. Setelah berjam-jam saya hanya menjelaskan kesalahan dalam Alkitab itu, ternyata tiba-tiba ia memeluk Islam…” ujar brother Ahmad, Masya Allah!

Beliau sekarang bukan lagi penganut katholik, inilah saudara baru kita, brother Ahmad Mendoza.

Takbir menggema, ALLAHU AKBAR!

“Ya! Alkitab tidak masuk akal, seorang imam atau pendeta bahkan tidak bisa menjelaskan arti detail tentang trinitas yang tertera di dalam tulisan itu .. hal itu juga sebabnya saya membaca Quran dan saya yakin untuk kembali kepada al-Islam, alhumdulillah!” ujar salah satu brother muallaf lain, yang tadinya pengikut gereja tersebut pula.

Semoga Allah SWT melimpahkan sikap istiqomah padanya, memudahkannya dalam mempelajari agama Islam dengan lebih mendalam, aamiin, yaa Robbal ‘alamiin…

Barokalloh brothers and sisters in Islam!

(@bidadari_azzam, salam Ukhuwah! KL, malam 3 Mei 2014)
*Penulis adalah ananda dari bapak H. Muhammad Holdoun Syamsuri TM Moorsid dan ibunda Hj. Sahla binti H. Majid, kelahiran Palembang 19 Juni 1983, blogger sejak 2007, mantan pelajar berprestasi Indonesia. Ia merupakan supporter setia suami saat bertugas menyelesaikan projek IT SAP di berbagai negara, pembimbing para muallaf dengan aktif sebagai koordinator muslimah di Islamic-Centre Krakow, Poland. Sarjana Ilmu Komunikasi, ibu tiga jagoan, sahabat pendidik dan pengamat TKI, peserta kelas Quran Hadits di Ampang Putra-Kuala Lumpur. #PeduliKanker Saat ini aktif pula menjadi sukarelawan pengurusan jenazah muslimah.dll. Buku karyanya antara lain Catatan CintaNya di Krakow, Antologi “Indahnya Persahabatan” (2012), Sajak Mengeja Masa (Kumpulan Puisi)~2013. Silaturrahim di :Twitter ID : @bidadari_azzam, FB akun : Sry Bidadari Azzam Dua

Sumber: islampos.com
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Vincente : Kisah “Yesus” Menjadikan Saya Mualaf

Islamic - Tiga belas tahun yang lalu Vicente Mota Alfaro adalah salah seorang pemeluk Kristen yang taat yang secara rutin mendatangi kelas Minggu dan membaca Injil setiap harinya.
Namun hari ini, dia tidak hanya seorang Muallaf, namun dia adalah Imam Masjid dari Pusat Kebudayaan Islam Valensia (CCIV).

Selain merupakan Muallaf pertama yang dipersilakan mengimami setiap kali sholat berjamaah, dia juga merupakan anggota Dewan Kepengurusan CCIV sejak 2005.
Pemimpin kelompok Muslim Valensia menetapkan Alfaro sebagai Imam besar, dan berterima kasih atas kerja kerasnya.

“Dia pantas kami pilih karena kehebatan pengetahuan agamanya”, kata El-Taher Edda Sekretaris Umum Liga Islam bagian Dialog dan Perdamaian.
Dia meyakini Alfaro telah menyebarkan pesan yang nyata mengenai Muallaf yang bergabung dalam kekuatan Islam.

Beberapa media setempat tidak lama lalu melaporkan adanya peningkatan jumlah Muallaf di Spanyol, tanpa adanya pertentangan dari pihak manapun.
Diperkirakan Muslim Spanyol berjumlah 1.5 juta dari 40 juta penduduk keseluruhan. Islam merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen.

Ketika masyarakat bertanya kepada Alfaro bagaimana dia dapat menjadi seorang Muallaf, dia akan memberikan jawaban yang sederhana.
“Allah telah menjadikan Islam sebagai agama dan hidupku”, katanya mantap.
Saat itu Alfaro berusia 20 tahun dan masih berkuliah ketika dia memutuskan untuk menjadi Muallaf.

“Saya membaca Al-Quran, saya menemukan kebenaran tentang Nabi Isa dan saya putuskan menjadi Muallaf”.
Pada awalnya dia adalah seorang pemeluk Kristen yang taat.
“Dulunya saya rutin pergi ke Gereja tiap Minggu dan membaca Injil setiap harinya”.
“Pada saat itu saya tidak tahu sama sekali mengenai Islam”.

Dia mempunyai seorang tetangga Muslim Algeria yang memperkenalkannya pada Islam.
“Ketika berbincang-bincang dia mengatakan bahwa seluruh umat manusia adalah keturunan Adam dan Hawa, dan semuanya merupakan anak dari Nabi Ibrahim”, kenangnya.

“Saya terkejut mengetahui bahwa dalam Islam juga mengenal Adam, Hawa, dan Ibrahim”.
Perbincangan tersebut rupanya membuat Alfaro muda semakin ingin mengetahui tentang Islam.
“Selanjutnya, saya meminjam salinan Al-Quran dari perpustakaan”.
Dia membawanya pulang dan membaca salinan Al-Quran tersebut dengan teliti.
Namun titik balik bagi Alfaro datang ketika dia membaca kisah tentang Yesus (Nabi Isa) dan kejadian penyaliban.

“Sebelumnya yang saya ketahui adalah Yesus merupakan anak Tuhan yang diutus ke dunia untuk menebus dosa umat manusia, dan sebetulnya hal tersebut cukup mengganggu saya”.
“Dan saya temukan jawabannya dalam Al-Quran. Yesus tidak pernah disiksa ataupun disalib”.

Muslim meyakini Nabi Isa sebagai salah satu Rasul yang diberi penghormatan lebih.
Dalam Islam, Nabi Isa tidak mengalami penyaliban, namun diangkat ke surga dan akan diturunkan kembali pada akhir zaman untuk memerangi Dajjal Al-Masih dan akan membawa kemenangan dan kejayaan bagi Islam.

Dan kisah tersebut merubah keyakinan Alfaro untuk menjadi seorang Muallaf bernama Mansour.
“Dengan cepat saya menyadari bahwa Al-Quran adalah Kitab Tuhan yang sesungguhnya, dan saya tidak pernah menyesal menjadi seorang Muallaf”.(eramuslim)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Putra pembuat film anti-Islam jadi mualaf

Putra politikus Belanda pembuat film anti-Islam Fitna (2008) dilaporkan masuk Islam dalam rangkaian acara Konvensi perdamaian Internasional di Dubai, uni Emirat Arab, pekan lalu.

Arnoud van Doorn yang menjadi produser film Fitna mengabarkan berita soal putranya itu melalui akun Twitternya pekan lalu.

"Putra sulung saya baru saja masuk Islam di Konvensi Perdamaian Dubai. Kabar gembira :-)," tulis van Doorn dalam akun Twitternya, seperti dilansir maroccoworldnews.com, dua hari lalu.

Iskandar Amin De Vrie, nama putra van Doorn itu, mengaku mengikuti jalan hidup ayahnya yang sudah lebih dulu masuk Islam dan naik haji tahun lalu.

"Saya melihat hidup ayah saya menjadi lebih damai setelah masuk Islam. Saat itulah saya menyadari ada hal baik dalam agama ini dan itu membuat penilaian saya terhadap muslim berubah," kata dia kepada surat kabar Khaleej Times.

"Saya mulai mempelajari Alquran dan mengikuti ceramah-ceramah dari para ulama," ujar Iskandar.

Dia mengucapkan kalimat syahadat di depan ayahnya dan sejumlah ulama lain seperti terlihat dalam rekaman video diunggah ke YouTube pekan lalu.

Surat kabar Khaleej Times juga menyebutkan Iskandar merupakan satu dari 37 orang yang menyatakan masuk Islam dalam konvensi itu.
[mdk]
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Masuk Islam, Mantan Bek Liverpool Ini Ganti Namanya Jadi Faisal

NAMA Abel Xavier mungkin tidak setenar Steven Gerrard di Liverpool. Juga tidak sementerng Cristiano Ronaldo di Portugal. Namun, ia adalah salah satu palang pintu tangguh di dunia sepak bola pada zamannya. Setelah menjadi mualaf, ia mengganti namanya jadi Faisal. Xavier mengumumkan keislamnnya dalam konferensi pers di Ras Al Khaimah stadion di Uni Emirat Arab sebelum pertandingan liga. Konferensi pers itu sendiri digelar di hadapan anggota keluarga kerajaan Dubai dan ia secara resmi mengumumkan pensiun dari karir sepakbola profesionalnya. Setelah tidak menjadi pesepak bola, ia ambil bagian dalam proyek-proyek kemanusiaan di Afrika. “Ini sebuah perpisahan emosional dan saya berharap untuk ikut serta dalam sesuatu yang sangat memuaskan dalam tahap baru dalam hidup saya,” kata Xavier. abel xavier muslim “
Pada saat-saat kesedihan, saya telah menemukan kenyamanan dalam Islam. Perlahan-lahan, aku belajar agama yang mengakui perdamaian, kesetaraan, kebebasan dan harapan. Ini adalah dasar yang saya kenali. Hanya setelah pengetahuan mendalam dan pengalaman yang intens, saya mengambil keputusan ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga kerajaan untuk cinta dan kasih sayang. Mereka memeluk saya dan membuat saya merasa istimewa.” Mantan bek Benfica dan Liverpool ini ikut ambil bagian bersama tim nasional Portugal dalam kejuaraan dunia anak-anak dibawah umur 17 tahun. Dia tidak ikut membela Portugal pada kejuaraan Eropa tahun 1996, tetapi merupakan tokoh kunci dalam timnya di kejuaraan Eropa tahun 2000. Xavier diingat bukan hanya karena permainannya yang baik, namun juga karena penampilannya yang menonjol dengan rambut vysvetlennye dan jenggotnya yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang gelap. ( sumber : islampos.com )
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pentingnya Mempertahankan Akidah Mualaf di Perbatasan Aceh

Dai perbatasan Aceh Singkil, Tgk. Jamaluddin
Dai perbatasan berusaha menjaga akidah para mualaf dengan mengirim anak-anak mualaf belajar agama di pondok pesantren di Aceh
Islamic - Salah satu tugas terpenting dai perbatasan antara  Aceh dan Sumatera Utara adalah membimbing akidah para mualaf (orang yang baru masuk Islam) agar imannya kokoh dan tidak akan kembali ke agamanya semula.

Demikian disampaikan dai perbatasan Aceh Singkil, Tgk. Jamaluddin saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (2/12/2015) malam.

”Dalam berdakwah tentunya ada hambatan-hambatan, salah satunya masih kentalnya kebiasaan lama sebelum memeluk agama Islam. Maka sering kita dapati walaupun sudah Muslim namun di pesta perkawinan masih diwarnai dengan acara musik yang dibarengi dengan mabuk-mabukan serta perjudian,” terang Jamaludin.

Menurutnya, berdakwah tauhid adalah misi kerasulan yang mesti dilanjutkan untuk memperkuat iman para mualaf. Menurut  pengamatannya, di Singkil ada oknum masuk Islam terkadang bukan karena kesadaran jiwa namun ada kepentingan lain yang ingin dicapai, sebut saja seperti ingin menikahi wanita Muslimah atau hanya untuk menjadi kepala desa di mayoritas Muslim.

Bahkan ada juga hanya sekedar ikut-ikutan menyesuaikan diri dengan keyakinan masyarakat setempat.

Karena itu, sampai hari ini, dai perbatasan terus berusaha menjaga akidah para mualaf. Diantara hal yang dilakukan adalah mengirim anak-anak mualaf belajar agama di pondok pesantren di Aceh.

“Solusi yang kami lakukan saat in, sudah  mengirim tujuh puluh  anak –anak mualaf ke berbagai pesantren di Aceh untuk membekali akidah yang kuat dan menjadi juru dakwah di desanya masing-masing kelak.*/ Mustafa Woyla (Aceh)

HIDAYATULLAH
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Menyadari Bahwa Tiada Tuhan Selain Allah, Wanita Kristen Ini Akhirnya Memeluk Islam

Islamic - Setelah sekian lama berdialog akhirnya saudari kita Michela (eks Kristen Protestan) benar - benar meyakini bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhanahu Wa Ta'ala Tuhan semesta alam yang berbeda dengan makhluknya dan tidak ada sesuatupun (makhluk-Nya) yang menyerupai-Nya.

Makhluk (ciptaan) adalah kreasi murni dari Khalik (pencipta) dan bukan merupakan bagian dari Dzat khalik.
 
Setelah sebelumnya bersyahadat melalui komunikasi selular bersamaMuhammad alvin faiz diba'da dzuhur tadi meskipun hujan deras Michella tetap datang ke masjid dan meminta untuk disyahadatkan dihadapan jamaah Masjid Darussalam Kota Wisata dan setelah syahadat belajar sholat serta mendalami Islam bersama pembina - pembina mualaf akhwat.
Kita doakan Islam dan Iman Michella di jaga oleh Allah Azza wa Jalla, dimudahkan dalam ibadahnya, terlebih saat ini Michela adalah satu - satunya muslimah di keluarga besar dan lingkungannya. Aamin.
 
Dari Anas bin Malik, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”
Artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.
 
فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ
Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Allah melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al - An'am:125)
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَمٌ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali Imran:102)
 
Jangan mati sebelum ber Islam dan ber Iman, hubungi: www.mualaf.com/pembinamualaf
Allahu Akbar ! [reportaseterkini]
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mualaf Jerman : Sebelum Menuduh Islam Teroris, Coba Jawab 14 Pertanyaan Ini?

Berikut ini 14 pertanyaan yang disampaikan Pierre dalam sebuah ceramahnya sebagaimana dilansir pijar.net, untuk menjawab tuduhan Ketika Islam dituduh sebagai agama Teroris:

1. Siapakan yang selalu menjajah sebuah negara damai, aman, tenteram hanya untuk kepentingan ekspansi?
2. Siapakah yang menyulut perang dunia pertama?3. Siapakah yang menyulut perang dunia kedua?
4. Siapa yang selalu menyiarkan sebuah ajaran agama dengan cara menjajahnya terlebih dahulu?
5. Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan jutaan rakyat sipil?
6. Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia?
7. Siapakah yang membantai lebih dari 100 juta suku indian merah di Benua Utara Amerika?
8. Siapakah yang membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian merah di benua Selatan Amerika?
9. Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak (apartheid), Diantara 77 % dari mereka mati di perjalanan dan dikubur di lautan Atlantik?
10. Siapa yang selalu tertarik untuk menguasai serta “merampas” minyak suatu negara baik dengan cara mengadu domba negara tersebut, mendanai oposisinya, menyebar fitnah bom, membuat negara tersebut tak kunjung ada kedamaian? 
11. Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah sengsara dengan system busuk dan kejinya 
12. Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat, pembantaian warga Palestina dari tahun 1948 hingga sekarang? 
13. Siapa pelaku dan pendukung krisis dibeberapa negara dengan cara membuat nilai dollar (dengan cara licik) menjadi tinggi hingga negara tersebut tidak sanggup membayar utang dollar dan harus menjual berbagai asetnya? 
14. Siapa pelaku yang selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik dengan menghina tokoh agamanya atau membakar kitabnya?

Dari 14 pertanyaan tersebut sama sekali bukan negara Islam maupun orang Islam yang melakukanya.(bagikanlah.info)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Jatuh Cinta pada Kesederhanaan Islam, Perempuan Rusia Ini pun Bersyahadat

MOSKOW -- Satu lagi kisah dari mualaf etnis Rusia. Perempuan bernama lengkap Anastasiya Nasima Bokova itu masuk Islam lima belas tahun yang lalu.

Saat itu, dia masih berumur 18 tahun. “Saya melakukannya secara sadar, bukan karena aku mencintai orang yang berbeda agama,” ucap dia dikutip dari opendemocracy.net.

Ia mengaku keputusan itu diambil tanpa paksaan. Perempuan itu punya pencarian spiritual yang panjang. Ia tertarik pada banyak ide yang berbeda.

Nasima punya beberapa pertanyaan yang tidak bisa dijawab dalam agamanya yang lama, yaitu Kristiani. Ia mempertanyakan, mengapa mereka membuat patung/gambar dan harus berdoa di depan mereka?  Ada beberapa hal yang meragukan, dan itu tidak ada dalam Islam.

Tak butuh waktu lama bagi Nasima untuk jatuh cinta dengan risalah Muhammad. Dia mulai tertarik setelah berbicara tentang Islam dengan beberapa orang.

Bagi Nasima, Islam adalah sebuah sistem yang sederhana dengan nilai-nilai yang mudah dipahami. Islam memberitahu bagaimana seseorang harus menjalani hidup.

Proses hijrahnya berlangsung mudah dan intim. “Saya mulai membaca banyak buku karena saya ingin tahu segala sesuatu tentang Islam,” kenang dia.


Bersyahadat di Rumah

Nasima mengikrarkan syahadat di rumah. Dia tidak pergi ke manapun. Peristiwa itu terjadi larut malam. Dia sedang duduk di meja, kemudian memutuskan dengan penuh keyakinan bahwa dia harus bersyahadat saat itu juga.

Keesokan harinya, dia memberitahu sang ibu tentang keislamannya. Nasima langsung menjauhi daging anjing, babi, dan lain-lain. Dia ingin belajar mempraktikkan Islam.

Saat itu, Nasima sudah punya beberapa teman Muslim. Ketika Nasima mengatakan kepada mereka bahwa dia sudah menjadi Muslim, mereka memintanya untuk membacakan syahadat. “Saya pun mengucapkannya dan itu saja. Sejak saat itu, semua orang tahu saya Muslim.”

Untuk pertama kalinya, Nasima mulai pergi ke masjid. Orang-orang mengelilinginya dan mulai mengajukan pertanyaan. Mereka mengajari Nasima cara mengenakan jilbab. Mereka juga menjelaskan banyak hal yang tidak dia tahu.

Ibunya benar-benar stress ketika dia mulai mengenakan jilbab. Nasima memiliki rambut tebal merah keriting. Ibunya sangat suka itu.

Ketika dia memakai jilbab, semua orang memandangnya heran. Nasima tidak mau terlalu peduli. Perempuan itu mengaku sudah terbiasa menjadi pusat perhatian sejak kecil.

“Saya ingat pernah bertemu seorang guru besar universitas saya di kereta bawah tanah. Ia melihat saya mengenakan jilbab dan mengucapkan selamat kepada saya atas liburan Ortodoks. Saya katakan padanya, saya bukan Ortodoks, tapi Muslim,” kisah dia.

Profesornya terkejut mendengar jawaban itu, tapi cepat menyahut, “Ya, Kristen dan Muslim harus bersatu melawan Zionisme.”

Setelah lima belas tahun menjadi Muslim, Nasima banyak belajar tentang arti toleransi. Menurut dia, Muslim Rusia berbeda dengan Muslim etnis lain. Islam di Rusia dapat dipraktikkan dengan murni.

Senada dengan penuturan beberapa mualaf Rusia lain, menurut Nasima, Rusia tidak memiliki tradisi khusus yang bertentangan dengan Islam. “Kami semua dibesarkan dalam keluarga yang benar-benar sekuler,” ucapnya.

Hal itu membuat mereka tidak berhalangan untuk menerapkan Islam secara utuh. Pada masa mendatang, ia memperkirakan akan semakin banyak orang Rusia masuk Islam.(ROL)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Cerita Mualaf Rusia Terpikat Cara Hidup Islam

Islamic Learning - Pertumbuhan mualaf etnis Rusia kian pesat sejak dekade 2000-an. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat.

Dilansir Opendemocracy.net, seorang pendeta Ortodoks yang masuk Islam Ali Vyacheslav Polosin mengatakan, sekarang ada lebih dari 10 ribu Muslim etnis Rusia di negara itu. Tak melulu soal teologi, sebagian mualaf jatuh hati lantaran cara Islam menyadarkan mereka akan arti hidup.

Alexei Abdulla Terekhov, misalnya. Ia masuk Islam 10 tahun yang lalu. Awalnya, dia benar-benar tertekan. Dia merasa hidupnya sangat pahit dan getir. Abdulla sudah berusia 40 tahun, tapi dia tidak pernah melakukan sesuatu yang serius. Dia tidak punya keluarga, tidak ada pekerjaan, juga tidak ada tempat tinggal tetap. Segala sesuatunya benar-benar buruk.

Hal itu membuat Abdulla gelisah. Dia mulai berhenti merokok dan kebiasaan buruk lain. Kemudian, pada satu kesempatan dia membaca Alquran terjemahan Krachkovsky. Abdulla melihat banyak surat-surat itu diakhiri dengan kata “semoga kamu bahagia” atau may you be happy. Lelaki itu pun merasa tentram.

Dia pun tertarik pergi ke masjid. Ketika pertama kali datang, Abdulla kaget. Dia melihat semua orang memiliki jenggot. Mereka tidak terlihat seperti orang Rusia. “Saya takut. Tapi, saya tetap tinggal. Saya merasa kesepian di rumah. Di rumah, saya tertekan.” 

 Kasus Abdulla berbeda dari banyak orang. Sebelum masuk Islam, Abdulla beragama Kristen. Dia tidak mencari kebenaran selama bertahun-tahun. “Saya datang, saya menyukainya, dan saya merasa lebih baik. Saya pun mengikutinya,” ucapnya. Seseorang menyarankan lelaki itu memilih nama baru. Dia pun memilih nama Abdulla, hampir sama dengan nama aslinya, Alexei.

Setelah berislam, dia mulai memikirkan hidup lebih serius. Dia mencari pekerjaan dan hidup normal. Lelaki yang kini berusia 50 tahun itu kemudian menikah dengan seorang gadis. Istrinya memeluk Islam setelah pernikahan mereka. Kini mereka telah dikaruniai dua orang anak. Semua anaknya dibesarkan sebagai Muslim.

Mualaf lain adalah Viktor Abdulla, pria 31 tahun yang berprofesi sebagai penjual buku. Dia sudah masuk Islam lebih dari sepuluh tahun lalu. Seperti kebanyakan warga Rusia, semula dia menganut Ortodoks. Viktor juga aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan gereja.

Sekalipun begitu, dia menyimpan kegelisahan. Secara teologis, dia tidak suka konsep Ortodoks tentang trinitas dan ketuhanan Yesus karena ia tidak mengerti. Lelaki itu juga lebih tertarik dengan ajaran asketis. Cara hidup sederhana, zuhud, dan bersahaja, itulah yang dia temukan dalam Islam. Khususnya, dalam tasawuf. 

 Viktor pun merasa lebih dekat dengan Islam. Ia juga membaca buku-buku Ali Vyacheslav Polosin, mantan imam Ortodoks yang masuk Islam. Dia suka buku-buku itu. Pada akhirnya, lelaki itu memutuskan bersyahadat. Ia memilih masuk ke jalan tasawuf.

“Islam, pertama dan terutama, adalah cara hidup. Alquran terlibat aktif dalam kehidupan seorang Muslim, baik menyangkut pengembangan pribadi maupun interaksi dengan orang lain,” kata pria asli Rusia itu.

Tidak semua bisa menerima konversi Viktor. Keislamannya merupakan pukulan berat bagi teman-teman lamanya yang kebanyakan aktivis gereja. Tapi, keluarga menerima dengan mudah. Mereka mengerti. Istrinya yang juga etnis asli Rusia kemudian ikut berislam. Anak-anaknya, Madina dan Mikael, terlahir sebagai Muslim. Saat ini, Viktor tengah menanti kelahiran anak ketiganya. [ROL]
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

50 Pesohor Dunia yang Masuk Islam


Hidayah Allah bisa datang kepada siapa dan kapan saja. Diantara orang yang mendapat hidayah itu adalah pesohor dunia.

Mereka kini mantab memeluk Islam dan bangga menjadi Muslim. Siapa saja mereka? simak videonya!

(Ism, Sumber: YouTube/TV Muslim)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pesepakbola Muda Jerman Peluk Islam

"Islam telah memberiku harapan dan kekuatan. Salat bisa mendamaikan jiwa."

Pesepakbola muda Jerman Danny Blum mengumumkan telah memeluk Islam. Blum menggambarkan Islam sebagai agama harapan dan kekuatan.

"Islam telah memberiku harapan dan kekuatan. Salat bisa mendamaikan jiwa," Blum mengatakan kepada koran Bild pada Senin kemarin.

Blum merasa ia adalah sosok yang mudah marah dan tersinggung. Blum bergabung dengan FC Nurnberg di Bavaria pada Juli tahun lalu. Klub itu bermain di Divisi Kedua di sistem sepakbola profesional Jerman, Bundesliga.

Tidak lama setelah bergabung Nurnberg, dia memutuskan untuk menjadi mualaf.

Hidup dalam kemewahan. Tidak punya tanggung jawab. Dan tidak tahu apa yang diperbuat setelah pensiun. Itulah pertanyaan-pertanyaan yang menggelayuti Blum.

Setelah berbicara tentang agama kepada temannya, Blum akhirnya memilih Islam.

"Aku telah berkunjung ke masjid dan jantungku berdebar. Aku merasa agama inilah yang cocok untukku dan ingin aku pelajari," kata Blum.
Sejak itu, dia salat lima waktu dan hanya makan makanan halal. Saat memberitahu kedua orang tuanya, pemain 24 tahun ini mengatakan mereka takut pada awalnya.

"Mereka non-muslim yang taat. Tapi kemudian mereka bilang 'jalani yang menurut kamu itu benar'."

Bagi Blum, Islam adalah agama damai. "Keyakinanku ini mengatakan jangan memaksa orang melakukan yang tidak mereka suka. Islam mengajarkan keinginan itu harus keluar dari hati yang tulus," kata Blum.

Jerman diyakini menjadi rumah bagi hampir 4 juta muslim, termasuk 220.000 di Berlin saja. Minoritas muslim di Jerman dua pertiganya adalah orang Turki.

(Ism, Sumber: OnIslam.net)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Takjub Kaligrafi Masjid, Wanita Amerika Peluk Islam

Karima betah berlama-lama mengagumi tulisan kaligrafi yang terpahat di dinding Masjid Kordoba.

Karima Burns menemukan Islam setelah jatuh cinta pada bahasa dan tulisan Arab. Perjalanan Karima dimulai ketika dia berlibur di Spanyol, tepatnya di Masjid Kordoba atau Alhambra.

Karima betah berlama-lama mengagumi tulisan kaligrafi yang terpahat di dinding Masjid Kordoba. "Ini adalah tulisan paling indah yang pernah aku lihat," kenangnya.

Ia bahkan minta diberi brosur perjalanan wisata bertuliskan huruf Arab kepada pemandu wisatanya saat itu.

Setiap malam, Karima akan membuka brosur-brosur bertuliskan huruf Arab itu di kamar hotelnya. Dia bahkan membayangkan bisa menulis huruf seindah itu dan bertemu dengan budaya yang memiliki bahasa tersebut.

Karima pun berjanji akan belajar bahasa dan tulisan itu ketika kembali ke kampung halamannya di Iowa, Amerika Serikat. Perjalanan Karima ke Spanyol itu sebenarnya adalah pencarian jawaban dari kebingungan dan keraguan yang dirasakan Karima terhadap agamanya selama ini.

Saat kembali ke AS, Karima mendaftar di Northwestern University. Begitu diterima, Karima langsung mendaftar di kelas bahasa Arab. Keteguhan Karima mempelajari bahasa Arab membuat bingung dosennya yang non-muslim.

Ketika mengerjakan PR kaligrafi, Karima bahkan pergi ke area orang Arab di Chicago untuk pinjam buku bahasa Arab sehingga dia bisa mempelajari tulisannya.

Di tahun kedua, Karima memutuskan mengambil studi tentang Timur Tengah. Salah satu yang dipelajari adalah Alquran.


Suatu malam, Karima membuka Alquran untuk mengerjakan salah satu PR-nya dan ternyata dia tak pernah mau berhenti untuk membacanya.

Karima merasa Alquran seperti novel yang sangat indah, berisi semua jawaban dari keraguan dan kebingungannya selama ini.

Pada hari berikutnya, dia bertanya pada dosennya siapa pengarang dari Alquran ini agar dia bisa membaca buku-buku karangan pengarang tersebut.

Namun dosen Karima mengatakan bahwa menurut Muslim, Alquran bukan karangan siapa-siapa. Alquran, menurut mereka (mengacu pada umat Islam, dosen Karima adalah non-muslim), adalah firman Allah dan tidak pernah berubah sejak diwahyukan, dibacakan dan kemudian ditranskripkan.

Setelah mengetahui itu, Karima menjadi bersemangat, tidak hanya dalam belajar sastra Arab, tapi tentang Islam dan pergi ke Timur Tengah.

Di tahun terakhir kuliah, Karima pergi ke Mesir untuk melanjutkan kuliahnya. Di sana, dia sangat suka berpergian ke masjid-masjid. Karima merasa nyaman dan kagum setiap berada di dalam masjid. Dia bisa merasakan keindahan dan kekuatan Allah.
Pesepakbola Muda Jerman Peluk Islam

Suatu hari seorang teman bertanya kenapa tidak masuk Islam saja jika menyukainya. Tanpa sadar, Karima menjawab 'tapi saya sudah Muslim'.

Karima terkejut dengan jawabannya sendiri. Tapi kemudian, ia menyadari bahwa itu adalah masalah logika dan akal sehat. Islam masuk akal dan telah memberinya ilham.

"Saya tahu Islam benar. Mengapa saya tidak langsung menjadi pengikutnya?," katanya dalam hati.

Teman Karima kemudian memberitahu bahwa untuk 'meresmikan' keislamannya, Karima harus pergi ke masjid dan menyatakan niatnya di depan dua orang saksi. Tanpa menunggu lama, Karima kemudian pergi ke masjid dan mengucapkan kalimat syahadat.

"Saya tahu saya telah menjadi musliim saat mengambil Alquran. Begitu saya membukanya, saya merasa seperti telah menemukan keluarga lama yang hilang."

(Sumber: OnIslam.net)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kagum Pemakaman Sederhana Raja Saudi, Pria Italia Peluk Islam

Sebagai raja seharusnya dilaksanakan secara megah dan mewah. Tapi ini tidak sama sekali. "Itu mengguncang saya".

Saat meninggal, raja-raja dan bangsawan Arab Saudi selalu dimakamkan dengan penuh kesederhanaan. Tidak ada upacara penghormatan atau iring-iringan ribuan pelayat mengantarkan ke makam.

Setelah disalati di masjid, jenazahnya dimakamkan secara sederhana tanpa batu nisan mewah bertuliskan namanya di sebuah pemakaman umum.

Begitu juga dengan proses pemakaman Raja Fahd, pendahulu Raja Abdullah yang juga baru meninggal Jumat dini hari 23 Januari 2014.

Raja Fahd meninggal pada 21 Agustus 2006 di Jeddah. Saat itu, Raja Fahd dimakamkan secara sederhana di pemakaman umum Al-Qud di Riyadh, sehari setelah ia meninggal dan dihadiri oleh pemimpin dunia.

Proses pemakaman sederhana Raja Fahd yang disiarkan secara langsung ke seluruh jaringan televisi di dunia itu ternyata meninggalkan kesan yang dalam bagi seorang pria di Italia.

Menurut laporan harian berbahasa Arab Al-Riyadh, pria itu sangat terkesan dengan kesederhanaan proses pemakaman seorang raja yang seharusnya dilaksanakan secara megah dan mewah.

Pria tak disebutkan namanya itu memeluk Islam setelah menyaksikan proses pemakaman Raja Fahd melalui televisi.

Menurut ulama Abdullah Al-Malik kesederhanaan pemakaman Raja Fahd telah meninggalkan efek dramatis bagi semua orang di dunia.

Saat pemakaman Raja Fahd, ada seorang rakyat biasa yang juga meninggal dan akan dimakamkan. Mereka akhirnya dimakamkan di pemakaman yang sama.


Mualaf Afrika: ‘Al-Quran Mengajarkan Saya, dan Islam Bukanlah Ekstrimis’

Kata Malik, kesetaraan dalam Islam inilah yang mungkin memberi dampak psikologis kepada seseorang non-muslim dan mendorongnya menjadi mualaf.

"Saya telah membaca beberapa buku Islam dan mendengar banyak kaset Islam selama beberapa tahun terakhir, mereka tidak bisa menggoyahkan saya. Tapi pemakaman raja sederhana mengguncang saya dan saya berubah pikiran," ujar Malik mengutip kata-kata si pria berusia 62 tahun itu.

Malik menambahkan media Islam kedepannya harus fokus pada kisah yang berhubungan dengan toleransi dan kesetaraan dalam rangka menarik lebih banyak orang kepada Islam.

(Sumber: Arab News)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kisah Gadis Inggris Jadi Mualaf dari Alquran Pinjaman

Kini dia memutuskan untuk memakai hijab.

Dream - Clare adalah seorang mualaf dari Reading, Inggris. Ia mempelajari Islam selama 3 tahun dan memutuskan untuk menjadi mualaf pada 2002 saat usianya masih 19 tahun.

Semasa kanak-kanak, Clare sudah mengenal muslim melalui teman-temannya. Saat itu, ia sering diundang untuk buka puasa.

Namun saat menginjak remaja, Clare mulai mempertanyakan tentang Islam. Seperti mengapa ibu temannya memakai kerudung atau mengapa harus puasa dan tidak minum alkohol.

Selama ini Clare tidak memakan mentah-mentah penjelasan mereka karena selalu dihubungkan dengan keyakinan.

Namun salah satu pecakapan yang menyentuh Clare adalah saat teman-temannya menjelaskan Tuhan hanya satu yaitu Allah. Clare semakin terperangah saat mendengar bahwa Islam juga percaya nabi-nabi seperti Adam, Nuh, Musa, Yusuf, Ibrahim dan lainnya.

Clare memutuskan untuk menemukan sumber untuk mencari tahu keyakinan yang asing baginya itu. Dia kemudian meminjam Alquran terjemahan Bahasa Inggris dan selama liburan musim panas, dia membacanya.

Clare benar-benar terkejut karena dalam beberapa hal ada kemiripan dengan keyakinannya. Clare tidak berpikir untuk berubah keyakinan atau agama. Dia hanya tertarik mengapa teman-teman muslimnya mengikuti agama ini dan memegangnya dengan teguh.

Beberapa waktu kemudian, Ramadan telah datang dan dia bertekad akan puasa satu hari. Clare merasakan puasa satu hari ternyata sulit.

Tapi berkat dorongan teman-temannya, Clare berpuasa satu minggu. Puasa adalah pengalaman yang aneh bagi Clare karena di saat memiliki kemampuan dan sarana untuk makan atau minum, muslim justru tidak melakukannya.

Tapi Clare melihat sisi positif dari puasa yang disebutnya seperti menetapkan target dan kemudian mencapainya. Dia berpikir itu seperti aktivitas pengembangan pribadi.

Clare pun menghormati dan memahami Islam, dan dia juga mulai mempercayainya. Tidak hanya dari segi keimanan saja, Clare juga belajar Islam dari sisi politik, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Meski tidak berat seperti mata kuliah di universitas, hal itu memperdalam pengetahuan Clare tentang Islam.

Saat liburan, Clare menjadi sedih ketika terjadi serangan teroris 11 September di menara kembar WTC di New York. Dia terkejut saat berita-berita menyebutkan pelaku serangan adalah teroris yang mengatasnamakan Islam.

Clare bahkan sempat berdebat dengan kakaknya bahwa pelaku bukan muslim. Karena Clare pernah membaca dalam Alquran bahwa membunuh satu kehidupan seolah-olah telah membunuh semua umat manusia dan sebaliknya.

Dia merasa benar-benar terluka tentang berita-berita yang dikabarkan. Dia pergi ke kamar dan berlutut seraya berkata dalam bahasa Arab 'Saya percaya hanya ada satu Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan terakhir-Nya'. Clare percaya Islam tapi dia belum tahu dan yakin dia bisa menjalankan gaya hidup muslim.

Namun Clare mulai berhenti mengkonsumi alkohol dan daging babi. Namun dia masih ragu untuk mengenakan hijab.

Takjub Kaligrafi Masjid, Wanita Amerika Peluk Islam

Saat memberi tahu keluarganya bahwa dia kini mengadopsi gaya hidup muslim, keluarganya tidak bisa menerimanya. Namun itu tidak terlalu lama dan tidak menjadi hal yang dibesar-besarkan.

Setelah mantap bahwa keluarganya mulai bisa menerimanya, Clare memutuskan pergi ke masjid di kotanya untuk benar-benar menjadi seorang muslim.

Dia akhirnya mengucapkan kalimat syahadat yang sudah dilakukannya 10 bulan sebelumnya. Sejak mengucapkan syahadat di masjid itu, Clare memutuskan untuk memakai hijab.

Sejak saat itu, Clare terus-menerus belajar hal-hal baru. Dia juga bersyukur telah diberkati bantuan teman-teman dan sekarang dukungan dari keluarganya. Clare telah berkembang dan tumbuh sebagai seorang muslim yang sebenarnya.

(Sumber: OnIslam.net)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Subhanallah, Pemeluk Katolik Asal Pekanbaru Ini Putuskan Masuk Islam, Berikut Ceritanya...

PEKANBARU - Jumat (16/1/2015), pukul 13.00 WIB merupakan hari baru dan bersejarah bagi Harry Wijaya. Pria yang berprofesi sebagai kontraktor ini memutuskan untuk menekuni islam setelah 36 tahun menjadi pemeluk Kristen Katolik.

Membacakan 2 kalimah syahadat di Masjid Agung An-Nur, Harry Wijaya secara sah memeluk Islam yang dipimpin oleh Istadz Zulkifli, Imam Besar Masjid Agung An-Nur dan disaksikan oleh Wakil Walikota Pekanbaru, H Ayat Cahyadi.

Harry Wijaya memutuskan masuk Islam setelah bertemu dengan seseorang yang telah membuat dia sukses sebagai kontraktor di Bumi Lancang Kuning ini.

Meski tidak mau menyebutkan siapa dia, namun pria kelahiran 21 Desember 1976 Bengkalis ini mengaku Islam merupakan pelabuhan terakhirnya untuk mengabdikan diri kepada Yang Maha Kuasa.

"Saya tulus dan niat dari hati yang dalam untuk masuk Islam. Ditambah dengan dukungan seseorang yang sangat memiliki andil dalam kehidupan serta kesuksesan yang saya capai saat ini," kata Harry Wijaya.

Dirinya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar mendukung pilihan yang diambilnya ini. "Saya ingin belajar dan menekuni Islam sesuai dengan yang diajarkan dalam Al-Quran," ujar Harry.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh saksi yang hadir saat dirinya diputuskan untuk masuk Islam. Selain itu, dukungan juga datang dari orang-orang berpengaruh di Riau.

"Banyak pejabat Pemprov Riau, Pemko Pekanbaru, anggota DPRD Riau yang hadir memberikan ucapan selamat. Banyak juga yang menelpon dan mengirim pesan singkat," sambung Harry Wijaya.

Harry Wijaya merupakan salah satu dari puluhan kontraktor untuk proyek-proyek di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Pemko Pekanbaru dan DPRD Riau.***
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kisah Nyata:Masuk Islam Karena Melihat Muslim yang Santun dan Penyayang

Mahasuci Allah yang telah memberikan hidayah Islam kepada umat manusia di muka bumi. Dialah Allah yang membolak-balikkan hati setiap insan dan hanya Allahlah yang Maha Memberi hidayah.

Senin, 16 juni 2014 salah seorang anggota Rohis SMA N 2 Dramaga menemui kami, Bina Latih Dramaga (jaringan dakwah sekolah se-Dramaga). Mereka menyampaikan bahwa ada salah seorang teman yang ingin kembali kepada Islam, hingga kemudian kami pertemukan kepada imam besar masjid al-Hurriyah IPB.

Hari ini (Selasa, 17 Juni 2014) tepat setelah shalat Ashar berjamaah di masjid al-Hurriyah IPB yang dipandu oleh imam masjid, Ust E Syamsuddin. Ada seoarang yang bernama Kholisan Afate Simbolon telah kembali kepada Islam yang semula beliau penganut agama Kristen Protestan.

Kholisan adalah seorang siswa kelas XI jurusan IPS. Beliau aktif di beberapa organisasi, OSIS dan PRAMUKA. Beliau sangat aktif dan mudah bergaul. Beliau anak pertama dari 3 bersaudara. Semua anggota keluarga beliau beragama Kristen Protestan. Siswa asal Nanggung – Kabupaten Bogor ini masih memiliki kedua orang tua yang lengkap. Saat ini, beliau tinggal bersama teman dekatnya, Umar, salah satu Ketua Bidang Rohis SMA N 2 Dramaga.

Niat Kholisan untuk memeluk agama Islam sudah sejak kelas X, bahkan menurut beliau sudah sejak SMP. Kholisan adalah korban keluarga yang broken home. Sejak masih kecil, beliau selalu disiksa oleh ibunya. Ketika di SMA, beliau menemukan ada oase yang menyejukkan ketika melihat orang muslim yang santun, penyayang, suka menolong dan ajarannya suci. Berbeda dengan agama yang ia jalani selama ini banyak hal-hal yang “menyimpang” dan tidak nyaman, tutur beliau saat bercerita kepada kami. Niatnya sejak lama untuk memeluk Islam merupakan tantangan bagi Kholisan. Dulu, yang terfikir oleh beliau jika memeluk Islam, “Bagimana dengan kedua orangtua? Bagaimana yang membiayai sekolah, uang makan sehari-hari?” Dan banyak lagi yang berkecamuk di fikiran sang muallaf ini. Dengan kebulatan tekad, kejernihan hati dan tanpa dipaksa oleh siapapun, alhamdulillah kami mneyaksikan bagaimana keikhlasan dan kemauan beliau dengan keislamannya.

Allah Akbar,

Ya Allah, kami sangat bersyukur ketika Kau sapa saudara kami dengan hidayah-Mu. Kuatkan imannya dan kami seluruh umat muslim untuk senantiasa memperteguh ketakwaan,  memperkuat istiqamah serta memperkaya sabar yang berbuahkan ikhlas. Alangkah indahnya kasih-Mu, ya Rabb. Karena telah Kau tegur saudara kami dengan cinta-Mu.

Barakallah akhuna Kholisan Afate Simbolon. Semoga ikrar keislaman yang engkau ucapkan senantiasa memperteguh azam. Kami rindu dengan sosok Umar bin Khattab ketika Islam menyapanya beliau menjadi salah seorang garda terdepan sepanjang perjuangan Islam hingga syahid menjemputnya. Semoga, sosok Umar itu kami temukan dalam dirimu, wahai saudaraku. Sosok yang akan menyebarkan din di jagad raya ini.

Kami yang mencintau karena Allah

Bina Latih Dramaga dan Rohis SMAN 2 Dramaga

Sumber:"Dakwatuna"
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kisah Chris Tarantino, Sekeluarga Masuk Islam karena Perperangan

Mereka berdua dibesarkan di tengah keluarga Katolik Roma. Sang istri berasal dari Mannheim, Jerman. Sedang suaminya lahir di kota Kissimmee di negara bagian Florida, Amerika Serikat.

Chris Tarantino adalah seorang tentara. Suatu saat dia ditugaskan ke Irak pada 2006. Saat itulah istrinya, Cristina Tarantino mulai mempertanyakan tentang hidup dan mati. Pertanyaan inilah yang kemudian menuntunnya kepada Islam.

Cristina betul-betul takut sesuatu yang buruk akan menimpa suaminya dalam tugas. Dia mulai bertanya-tanya apa yang terjadi setelah kematian dan bagaimana menjalani hidup terbaik di bumi. Dia menghabiskan waktu dengan kakak perempuannya yang telah masuk Islam setelah menikah dengan seorang warga Palestina. Dia mencari bimbingan dari kakaknya.

Jawaban-jawaban kakaknya tentang Islam sangat masuk akal bagi Cristina. Dia juga merasakan ketenangan. Seringkali di antara perbincangan telepon dengan suaminya yang berada di Camp Taji, Irak, ia mendiskusikan mengenai kemajuan spiritual yang dialaminya. Chris tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat sang istri mengatakan ia telah menerima Islam.

Pertanyaan pertamanya kepada sang istri adalah apakah is telah mulai mengenakan jilbab. Saat itu Cristina mengatakan belum siap untuk berjilbab. Chris tidak banyak bertanya pada istrinya. Alih-alih, ia selalu memohon petunjuk dalam doanya.

Beberapa tahun kemudian, saat ia ditugaskan kembali di Irak pada 2010, tentara berambut pirang dan bermata biru itu telah menjadi seorang Muslim. Dengan berani ia memutuskan tidak akan menyembunyikan keislamannya.

"Saya pergi ke Kuwait membeli sajadah dan mulai shalat di sana. Menurut saya, mengatakan bahwa saya adalah seorang Muslim bukanlah akhir dari dunia," kata dia.

Selama satu dekade melakukan pertempuran di negara-negara Muslim, beberapa tentara terkadang harus melawan persepsi umat Muslim memusuhi militer dimana mereka mengabdi. Chris terdaftar di Angkatan Darat pada 1998.

Dia pernah ditugaskan berperang di dua negara Muslim. Dia mengatakan tidak pernah mempunyai perasaan positif atau negatif tentang Muslim, bahkan ketika menuju ke Irak.

"Yang saya tahu adalah kami akan memerangi terorisme. Sebagai prajurit, saya hanya melakukan apa yang diberitahu. Mereka mengatakan ketidaktahuan adalah kebahagiaan. Saya kira saat itu saya bodoh," katanya.

Seiring perjalanan waktu, pasangan suami istri ini tumbuh lebih religius. Mereka kerap megunjungi sebuah masjid Sunni di Mannheim. Dari sana mereka belajar seluruh ide radikal dan berjihad dengan mengandalkan kekerasan kepada Barat adalah gagasan yang benar-benar salah.

Chris mengatakan ia mengikuti ajaran Nabi Muhammad. ia mengaku tidak mengasosiasikan diri dengan radikalisme apapun. Namun, Chris memiliki situasi yang tidak biasa. Dia adalah satu-satunya tentara AS di Masjid Al-Faruq Omar, Jerman, bagian dari Muslim minoritas di militer dan bahkan salah satu dari sangat sedikit tentara Muslim yang tidak berasal dari keluarga Muslim atau keturunan Afrika-Amerika Muslim.

Meski keputusan Chris dan istrinya untuk memeluk Islam bersifat pribadi, bukan politis, pandangannya mengenai perang di Irak dan Afghanistan dan perang secara umum, telah berubah. Pemikiran Chris mengenai perang benar-benar berubah 180 derajat.

Dia memaknai benar hadits yang menyebutkan membunuh satu orang yang tidak bersalah sama artinya dengan membunuh semua orang. Dan, menyelamatkan satu orang sama artinya menyelamatkan seluruh dunia.

Sebagai bagian dari gagasan itu, pasangan ini membantu membentuk sebuah kelompok non-profit untuk mengirim persediaan makanan dan obat-obatan ke Somalia. Cristina adalah salah satu dari tujuh orang di masjid mereka yang membentuk kelompok Islamischer Humanitaerer Entwicklungsdienst atau Islamic Humanitarian Development Service (www.IHED.de)


Hanya dalam beberapa pekan, badan amal ini telah mengumpulkan dan mengirim 135 ton makanan dan obat-obatan. Semua bantuan dikumpulkan, diatur dan dilakukan selama Ramadhan. Di rumah, keluarga Tarantino terus mempelajari iman baru mereka dan berusaha menjalaninya semaksimal mungkin.
Ketika meninggalkan rumah, Cristina memakai baju lengan panjang, rok panjang dan jilbab. Banyak orang yang melihatnya dengan tatapan aneh. "Saya merasa seperti astronot," katanya.

Tapi, suaminya tidak pernah punya masalah dengan penerimaan. Tentara di unitnya mengetahui dia seorang Muslim. Chris bisa meluangkan waktu untuk shalat. Dia juga berbicara tentang Islam kepada rekannya sebagai caranya berdakwah. Pada akhirnya, mereka menghormati Chris dan bahkan mengingatkannya waktu shalat.

Ia berencana keluar dari Angkatan Darat tahun depan dan pindah bersama keluarganya ke Amerika Serikat. Cristina berencana terus mengejar gelar sarjana di bidang komunikasi. Chris berencana melanjutkan studi di Embry-Riddle Aeronautical University.

Pasangan ini bertemu di pangkalan di Mannheim lebih dari satu dekade lalu. Mereka telah menikah tiga kali. Pertama di balai kota, sekali di gereja dan terakhir kali di masjid. Salah satu hal yang paling sulit adalah memberi pemahaman pada dua putra kecil mereka. Secara bertahap anak-anak itu harus melupakan peri gigi dan Sinterklas. Sejauh ini, putra mereka bisa menerima hal Islam dengan sangat baik.

Chris sedikit tidak nyaman ketika diskusi mengenai kehidupan setelah mati, janji Tuhan mendapatkan beberapa bidadari di surga dan poligami. Istrinya mengatakan poligami adalah pilihan, tapi bukan berarti itu adalah pilihan yang harus diambil. (*stripes/rol)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mualaf Afrika: ‘Al-Quran Mengajarkan Saya, dan Islam Bukanlah Ekstrimis’

KELUARGANYA adalah imigran asal Afrika Barat, dimana Kristen dan Islam tumbuh berdampingan. Dibesarkan sebagai non-muslim. Ya, Eunice Olumide seorang model dari Edinburgh, Skotlandia yang mengenal dan memeluk Islam saat belajar filsafat di universitas.

Pada awalnya, Olumide khawatir seperti ekstrimis ketika memutuskan menjadi muslim. Namun setelah bertanya pada sesama muslim, dia bersyukur bahwa Islam bukanlah agama ekstrim. Dari situ pula pikiran Olumide benar-benar terbuka ketika ia mempelajari Alquran. Olumide merasa Alquran banyak membantunya dalam memahami segala sesuatu secara ilmiah

Di masjid, wanita menutupi kepalanya dan pakaian mereka sangat sopan. Hal itu membuat orang tidak menilai wanita muslim dari penampilannya. Olumide pun menyadari betapa banyak dari kita yang menghargai orang lain jika masyarakat menilai mereka cantik.

Mengenai kariernya, Olumide pertama kali direkrut sebagai model pada usia 15 tahun. Dia pun sempat takut kariernya hilang setelah memeluk Islam.

Meski sudah menjadi muslim, Olumide memutuskan bertahap dalam berislam. Dia telah berhijab namun belum bisa memakainya sepanjang waktu karena dia seorang model. Dia juga berjanji tidak akan memperagakan busana-busana yang tak sesuai dengan prinsip Islam.

Olumide ingin memulai sebuah keluarga di masa depan tetapi tidak berpikir akan menikah dengan seorang non-muslim.

Dan Olumide pun mengganti namanya menjadi Ayesha saat ia memutuskan menjadi mualaf pada 2009.

Sumber:"Islampos"
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

newer posts back home
 
Mudimesra

Link's Partners

Mudimesra
Support : Creating Website | Free Template | Radio Aceh
Copyright © 2014. Islamic Learning Center - Achehnese Norway Al Aziziyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger